Pages


Selasa, 27 Maret 2012

Globalisasi dan Dampak Terhadap Perubahan Masyarakat Indonesia

Kata globalisasi berasal dari kata "global" yang maknanya universal. Dalam kamus Bahasa Indonesia yang berarti secara keseluruhan. Globalisasi adalah suatu proses tatanan masyarakat yang mendunia dan tidak mengenal batas wilayah. Globalisasi pada hakikatnya adalah suatu proses dari pikiran yang dimunculkan, kemudian ditawarkan untuk diikuti oleh bangsa lain yang akhirnya sampai pada suatu titik kesepakatan bersama dan menjadi patokan bagi bangsa-bangsa di seluruh dunia.

Dampak Positif Globalisasi:
  • Mudah memperoleh informasi dan ilmu pengetahuan
  • Mudah melakukan komunikasi
  • Cepat dalam bepergian (mobilitas tinggi)
  • Menumbuhkan sikap kosmopolitan dan toleran
  • Memacu untuk meningkatkan kualitas diri
  • Mudah memenuhi kebutuhan
Dampak Negatif Globalisasi: 
  • Adanya kesenjamgan sosial
  • Munculnya sifat individualisme
  • Masyarakat lupa akan identitas/ jati dirinya 
  • Prilaku konsumtif 
  • Mudah terpengaruh oleh hal yang berbau barat
Dilihat dari aspek globalisasi politik: pemerintahan dijalankan secara terbuka dan demokratis, karena pemerintahan adalah bagian dari suatu negara. Jika pemerintahan dijalankan secara jujur, bersih dan dinamis tentunya akan mendapat tanggapan positif dari rakyat. Tanggapan positif tersebut berupa jati diri terhadap negara menjadi meningkat dan kepercayaan masyarakat akan mendukung yang dilakukan oleh pemerintahan. 

Dari aspek globalisasi ekonomi: terbukanya pasar internasional, meningkatkan kesempatan kerja yang banyak dan meningkatkan devisa suatu negara. Dengan adanya hal tersebut akan meningkatkan kehidupan ekonomi bangsa yang dapat menunjang kehidupan nasional dan akan mengurangi kehidupan miskin. 

Dari aspek globalisasi sosial budaya: kita dapat meniru pola berpikir yang baik seperti etos kerja yang tinggi dan disiplin serta Iptek dari negara lain yang sudah maju untuk meningkatkan kedisplinan bangsa yang pada akhirnya memajukan bangsa serta akan mempertebal jati diri kita terhadap bangsa. Serta kita juga dapat bertukar ilmu pengetahuan tentang budaya suatu bangsa.


      Senin, 12 Desember 2011

      Tugas Ekonomi Koperasi 3

      1. EVALUASI KEBERHASILAN KOPERASI DI LIHAT DARI SISI ANGGOTA

      a). Efek-efek Ekonomis Koperasi

                Salah satu hubungan penting yang harus dilakukan koperasi adalah dengan para
          anggotanya, yang kedudukannya sebagi pemilik sekaligus pengguna jasa koperasi.
               Motivasi ekonomi anggota sebagi pemilik akan mempersoalkan dana (simpanan-
          simpanan) yang telah di serahkannya, apakah menguntungkan atau tidak. Sedangkan
          anggota sebagai pengguna akan mempersoalkan kontinuitas pengadaan kebutuhan
          barang-jasa, menguntungkan tidaknya pelayanan koperasi dibandingkan penjual atau
          pembeli di luar koperasi.
               Pada dasarnya setiap anggota akan berpartisipasi dalam kegiatan pelayanan
          perusahaan koperasi :
              1. Jika kegiatan tersebut sesuai dengan kebutuhannya
               2. Jika pelayanan itu di tawarkan dengan harga, mutu atau syarat-syarat yang lebih
                  menguntungkan di banding yang di perolehnya dari pihak-pihak lain diluar
                  koperasi.


      b). Efek Harga dan Efek Biaya 

                Partisipasi anggota menentukan keberhasilan koperasi. Sedangkan tingkat
           partisipasi anggota dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu besarnya nilai manfaat
           pelayanan koperasi secara utilitarian maupun normatif. Motivasi utilitaria sejalan
           dengan kemanfaatan ekonomis.
                Kemanfaatan ekonomis yang dimaksud adalah insentif berupa pelayanan
           barang- jasa oleh perusahaan koperasi yang efisien, atau adanya pengurangan biaya
           dan atau diperolehnya harga yang menguntungkan serta penerimaan bagian dari
           keuntungan (SHU) baik secara tunai maupun dalam bentuk barang.
                Bila dilihat dari peranan anggota dalam koperasi yang begitu dominan, maka
           setiap harga yang ditetapkan koperasi harus dibedakan antara harga untuk anggota
           dengan harga untuk non anggota. Perbedaan ini mengharuskan daya analisis yang
           lebih tajam dalam melihat peranan koperasi dalam pasar yang bersaing.


      c). Analisis Hubungan Efek Ekonomis dengan Keberhasilan Ekonomi 

                Dalam badan usaha koperasi, laba (profit) bukanlah satu-satunya yang
           dikejar oleh manajemen, melainkan juga aspek pelayanan (benefit oriented).
           Di tinjau dari konsep koperasi, fungsi laba bagi koperasi tergantung pada besar
           kecilnya partisipasi ataupun transaksi anggota dengan koperasinya.
           Semakin tinggi partisipasi anggota, maka idealnya semakin tinggi manfaat
           yang di terima oleh anggota. 
                Keberhasilan koperasi di tentukan oleh salah satu faktornya adalah partisipasi
           anggota dan partispasi anggota sangat berhubungan erat dengan efek ekonomis
           koperasi yaitu manfaat yang di dapat oleh anggota tsb.

      d). Penyajian dan  Analisis Neraca Pelayanan 

                Di sebabkan oleh perubahan kebutuhan dari para anggota dan perubahan
           lingkungan koperasi, terutama tantangantantangan kompetitif, pelayanan koperasi
           terhadap anggota harus secara kontinu di sesuaikan. Ada dua faktor utama yang
           mengharuskan koperasi meningkatkan pelayanan kepada anggotanya:
                 1. Adanya tekanan persaingan dari organisasi lain (terutama organisasi non
                     koperasi).
                 2. Perubahan kebutuhan manusia sebagai akibat perubahan waktu dan peradaban.
                     Perubahan kebutuhan ini akan menentukan pola kebutuhan anggota dalam
                     mengkonsumsi produk-produk yang di tawarkan oleh koperasi. 

               Bila koperasi mampu memberikan pelayanan yang sesuai dengan kebutuhan
           anggota yang lebih besar dari pada pesaingnya, maka tingkat partisipasi anggota
           terhadap koperasinya akan meningkat. Untuk meningkatkan pelayanan, koperasi
           memerlukan informasi-informasi yang dating terutama dari anggota koperasi.


      2. EVALUASI KEBERHASILAN KOPERASI DI LIHAT DARI SISI PERUSAHAAN

      a). Efisien Perusahaan Koperasi 

                Tidak dapat di pungkiri bahwa Koperasi adalah badan usaha yang kelahirannya
           dilandasi oleh pikiran sebagai usaha kumpulan orang orang bukan kumpulan modal.
           Oleh karena itu kopersi tidak boleh terlepas dari ukuran efisiensi bagi usahanya
           meskipun tujuan utamanya melayani anggota.

             Tingkat efisien biaya pelayanan badan usaha ke anggota

         (TEBP) = Realisasi Biaya Pelayanan

                    Anggaran Biaya Pelayanan

        Jika TEBP < 1 berarti efisiensi biaya pelayanan badan usaha ke anggota

      b). Efektivitas Koperasi 

                Efektivitas adalah pencapaian target output yang di ukur dengan cara mem-
           bandingkan output anggaran atau seharusnya (Oa), dengan output realisasi atau
           seharusnya (Os), jika Os > Oa disebut efektif.


            Rumus perhitungan Efektivitas Koperasi (EvK) adalah sebagai berikut :

              EvkK = Realisasi SHUk + Realiasasi MEL

                            Anggaran SHUk + Anggaran MEL

              Jika EvK > 1 , berarti Efektif

      c). Produktivitas Koperasi 

                Produktivitas adalah pencapaian target output (O) atas input yang digunakan
           (I), jika O > 1 maka di sebut produktif.
               
             Rumus perhitungan Produktivitas Perusahaan Koperasi adalah :


                PPK (1) =       SHUK       x 100 %

                               Modal Koperasi


              Setiap Rp. 1,00 modal koperasi mengahsilkan SHU sebesar Rp. …


      PPK (2) = Laba bersih dari usaha dengan non anggota x 100%

                                            Modal Koperasi


               
             Setiap Rp. 1,00 modal koperasi menghasilkan laba bersih dari usaha dengan non
             anggota sebesar Rp...…
       
      d). Analisa Laporan Keuangan

                Laporan keuangan koperasi selain merupakan bagian dari system pelaporan
          keuangan koperasi juga merupakan bagian dari laporan pertanggungjawaban
          pengurus tentang tata kehidupan koperasi. Dilihat dari fungsi manajemen laporan
          keuangan sekaligus dapat dijadikan sebagai salah satu alat evaluasi kemajuan koperasi.

               Laporan keuangan koperasi pada dasarnya tidak berbeda dengan laporan
          keuangan yang dibuat oleh badan usaha lain. Secara umum laporan keuangan
          meliputi neraca, perhitungan hasil usaha, laporan arus kas, catatan atas laporan
          keuangan, laporan kekayaan bersih sebagai laporan keuangan tambahan. 

               Adapun perbedaan yang pertama adalah bahwa perhitungan hasil usaha pada
          koperasi harus dapat menunjukan usaha yang berasal dai anggota dan bukan
          anggota. Alokasi pendapatan dan beban kepada anggota dan bukan anggota pada
          perhitungan hasil usah berdasarkan perbandingan manfaat yang diterima oleh
          anggota dan bukan anggota.

               Perbedaan yang kedua adalah bahwa laporan koperasi bukan merupakan laporan
          keuangan konsolidasi menjadi satu badan hokum koperasi, maka dalam penggabung-
          an tersebut perlu memperhatikan nilai aktivanya bersih yang rill dan bilamana perlu
          melakukan penilaian kembali. Dalam hal koperasi mempunyai perusahaan dan unit-
          unit usaha yang berada di bawah satu pengelolaan, maka disusun laporan keuangan
          konsolidasi atau laporan keuangan gabungan.



      Sumber:

      Senin, 31 Oktober 2011

      Tugas Ekonomi Koperasi 2

      I. POLA MENEJEMEN KOPERASI


      A. Pengertian Manajemen Koperasi
           Manajemen Koperasi adalah suatu proses untuk mencapai tujuan melalui usaha bersama
           berdasarkan azas kekeluargaan. Pencapaian suatu tujuan dilakukan oleh manajemen dengan
           melaksanakan fungsi-fungsi manajemen yaitu fungsi perencanaan, fungsi perngorganisasian,
           fungsi pelaksanaan dan fungsi pengawasan. Dengan demikian keberhasilan manajemen dalam
           sebuah organisasi akan sangat tergantung pada pelaksanaan masing-masing fungsi tersebut.

      B. Rapat Anggota
           Rapat anggota adalah pihak yang memegang kekuasaan yang paling tinggi dalam struktur
           organisasi koperasi. Rapat anggota koperasi membuat berbagai keputusan strategis koperasi seperti
           kebijakan koperasi, anggaran dasar, anggaran rumah tangga, anggaran kerja, anggaran belanja,
           mengesahkan laporan neraca, mengangkat serta memberhentikan pengurus koperasi, badan
           pemeriksa dan juga penasehat. Rapat anggota koperasi paling sedikit dilaksanakan setiap satu tahun
           sekali dan dapat diadakan jika ada sesuatu hal yang mendesak dan perlu diambil keputusan
           sesegera mungkin.

      C. Pengurus
          Pengurus koperasi adalah orang-orang yang dipilih untuk masa jabatan paling lama lima tahun
          sesuai dengan anggaran koperasi. Sepertiga anggota pengurus koperasi dapat dipilih dari
          orang-orang yang bukan anggota koperasi, sedangkan sisanya sebesar dua pertiga adalah harus
          benar-benar berasal dari anggota koprasi. Pengurus koperasi memiliki tugas dan tanggung jawab
          untuk menjalankan dan melaksanakan segala hal yang tercantum dalam keputusan anggaran dasar,
          anggaran rumah tangga dan rapat anggota. Pengurus koprasi bertanggung jawab langsung kepada
          rapat anggota.

      D.  Pengawas
            Pengawasan adalah suatu usaha sistematik untuk membuat semua kegiatan perusahaan sesuai
           dengan rencana. Proses pengawasan dapat dilakukan dengan melalui beberapa tahap, yaitu
           menetapkan standar, membandingkan kegiatan yang dilaksanakan dengan standar yang sudah
           ditetapkan, mengukur penyimpangan-penyimpangan yang terjadi, kemudian mengambil tindakan
           koreksi apabila diperlukan. Setiap perusahaan mengadakan pengawasan dengan tujuan agar
           pelaksanaan kegiatan sesuai dengan rencana yang sudah ditetapkan.

       E. Manajer
           Manajer adalah seorang tenaga profesional yang memiliki kemampuan sebagai pemimpin tingkat
           pengelola, yang diangkat dan di hentikan oleh pengurus setelah di kinsultasikan dengan pengawas.


      F. Pendekatan Sistem Pada Koperasi
          Menurut Draheim koperasi mempunyai sifat ganda yaitu:
          - organisasi dari orang-orang dengan unsur eksternal ekonomi dan sifat-sifat sosial
            (pendekatan sosiologi).
          - perusahaan biasa yang harus dikelola sebagai layaknya perusahaan biasa dalam ekonomi pasar
            (pendekatan neo klasik).



      II. JENIS DAN BENTUK KOPERASI

         Menurut pp no.60 tahun 1959
         a. Koperasi Desa
         b. Koperasi Pertanian
         c.  Koperasi Peternakan
         d.  Koperasi Perikanan
               e.   Koperasi Kerajinan/Industri
               f.   Koperasi Simpan Pinjam
               g.   Koperasi Konsumsi

          Menurut Teori Klasik, terdapat tiga jenis Koperasi yaitu :
         a.    Koperasi Pemakaian
         b.   Koperasi Penghasil atau Koperasi Produksi
         c    Koperasi Simpan Pinjam
       

      Penentuan jenis Koperasi sesuai UUD No.12/1967

      Penjenisan Koperasi di dasarkan pada kebutuhan dari dan untuk efisiensi suatu golongan dalam masyarakat homogen karena kesamaan aktifitas / kepentingan ekonomi guna mencapai tujuan bersama anggota- anggotanya.
      Untuk maksud efisiensi dan ketertiban, guna kepentingan dan perkembangan koperaso Indonesia di tiap daerah kerja hanya terdapat satu Koperasi yang sejenis dan setingka.

      Bentuk Koperasi (PP No. 60 Tahun 1959)
      a. Koperasi Primer
      b. Koperasi Pusat
      c. Koperasi Gabungan
      d. Koperasi Induk

      Sesuai Wilayah Administrasi Pemerintah (PP 60 Tahun 1959)
      - Di tiap desa ditumbuhkan Koperasi Desa
      - Di tiap daerah tingkat II ditumbuhkan pusat koperasi
      - Di tiap daerah tingkat I ditumbuhkan gabungan koperasi
      - Di ibu kota ditumbuhkan induk koperasi


      Koperasi Primer dan Koperasi Sekunder
      a. Koperasi Primer: Merupakan koperasi yang anggota-anggotanya trdiri dari orang-orang
      b. Koperasi Sekunder: Merupakan koperasi yang anggota-anggotanya adlah orgamisasi koperasi.


      III. PERMODALAN KOPERASI


      Arti Modal Koperasi
      Merupakan dana yang akan digunakan untuk melaksanakan usaha-usaha koperasi. Modal terdiri dari modal jangka panjang & modal jangka pendek. Koperasi harus mempunyai rencana pembelanjaan yang konsisten.

      Sumber Modal
      - Menurut UU No.12 Tahun 1967
        a. Simpanan Pokok
            adalah simpanan yang harus minimal dimiliki oleh anggota koperasi dalam meminjam,
            menabung atau mengambil sesuatu dalam kegiatan koperasi
        b. Simpanan Wajib
            adalah simpanan pada pertama kali untuk menjadi anggota koperasi dan sangat di haruskan
        c. Simpanan Sukarela
            adalah simpanan yang dapat diberikan kepada anggota koperasi yang mengalami sesuatu dan
            dengan keiklasan di berikan kepada anggota koperasi yang lain.
      - Menurut UU No. 25 Tahun 1992
        a. Modal Sendiri (equity capital)
            bersumber dari simpanan pokok anggota, simpanan wajib, dana cadangan, dan donasi/hibah.
        b. Modal Pinjaman (debt capital)
            bersumber dari anggota, koperasi lainnya, bank atau lembaga keuangan lainnya, penerbitan
            obligasi dan surat hutang lainnya, serta sumber lain yang sah.

      Distribusi Cadangan Koperasi
      1. Cadangan menurut UU No. 25 / 1992 adalah sejumlah uang yang diperoleh dari penyisihan sisa hasil usaha yang dimaksudkan untuk memupuk modal sendiri dan untuk menutup kerugian koperasi bila diperlukan

      2. Sesuai anggaran dasar yang menunjuk pada UU No. 12 / 1967 menentukan bahwa 25 % dari SHU yang diperoleh dari usaha anggota disisihkan untuk cadangan, sedangkan SHU yang berasal bukan dari usaha anggota sebesar 60 % disisihkan untuk cadangan




      Sumber:
      http://aindua.wordpress.com/2011/09/29/pola-manajemen-koperasi/
      http://www.wirausahawanonline.com/Wirausaha-dan-Motivasi/pengertian-koperasi-serta-manajemennya.html
      http://rully-indrawan.tripod.com/rully03.htm


      Kamis, 06 Oktober 2011

      Tugas Ekonomi Koperasi

      KONSEP KOPERASI


      1. KONSEP KOPERASI BARAT
      Koperasi merupakan organisasi swasta, yang dibentuk secara sukarela oleh orang-orang yang mempunyai persamaan kepentingan, dengan maksud mengurusi kepentingan para anggotanya serta menciptakan keuntungan timbal balik bagi anggota koperasi maupun perusahaan koperasi.


      Unsur-unsur Positif Konsep Koperasi Barat:
      • Keinginan individu dapat dipuaskan dengan cara bekerjasama antar sesama anggota, dg saling membantu dan saling menguntungkan
      • Setiap individu dg tujuan yang sama dapat berpartisipasi untuk mendapatkan keuntungan dan menanggung risiko bersama
      • Hasil berupa surplus/keuntungan didistribusikan kepada anggota sesuai dengan metode yang telah disepakati
      • Keuntungan yang belum didistribusikan akan dimasukkan sebagai cadangan koperasi

      2. KONSEP KOPERASI SOSIALIS
      Koperasi direncanakan dan dikendalikan oleh pemerintah dan dibentuk dengan tujuan merasionalkan produksi, untuk menunjang perencanaan nasional.

      Menurut konsep ini, koperasi tidak berdiri sendiri tetapi merupakan subsistem dari sistem sosialisme untuk mencapai tujuan-tujuan sistem sosialis-komunis

      3. KONSEP KOPERASI NEGARA BERKEMBANG
      • Koperasi sudah berkembang dengan ciri tersendiri, yaitu dominasi campur tangan pemerintah dalam pembinaan dan pengembangannya.
      • Perbedaan dengan Konsep Sosialis, pada konsep Sosialis, tujuan koperasi untuk merasionalkan faktor produksi dari kepemilikan pribadi ke pemilikan kolektif sedangkan konsep koperasi negara berkembang, tujuan koperasi adalah meningkatkan kondisi sosial ekonomi anggotanya.


      ALIRAN KOPERASI

      A. Aliran Yardstick
      • Dijumpai pada negara-negara yang berideologi kapitalis atau yang menganut perekonomian Liberal.
      • Koperasi dapat menjadi kekuatan untuk mengimbangi, menetralisasikan dan mengoreksi
      • Pemerintah tidak melakukan campur tangan terhadap jatuh bangunnya koperasi di tengah-tengah masyarakat. Maju tidaknya koperasi terletak di tangan anggota koperasi sendiri
      • Pengaruh aliran ini sangat kuat, terutama dinegara-negara barat dimana industri berkembang dg pesat. Spt di AS, Perancis, Swedia, Denmark, Jerman, Belanda dll.

      B. Aliran Sosialis
      • Koperasi dipandang sebagai alat yang paling efektif untuk mencapai kesejahteraan masyarakat, disamping itu menyatukan rakyat lebih mudah melalui organisasi koperasi.
      • Pengaruh aliran ini banyak dijumpai di negara-negara Eropa Timur dan Rusia

      C. Aliran Persemakmuran (Commonwealth)
      •Koperasi sebagai alat yang efisien dan efektif dalam meningkatkan kualitas ekonomi masyarakat.
      •Koperasi sebagai wadah ekonomi rakyat berkedudukan strategis dan memegang peranan utama dalam struktur perekonomian masyarakat
      •Hubungan Pemerintah dengan gerakan koperasi bersifat “Kemitraan (partnership)”, dimana pemerintah bertanggung jawab dan berupaya agar iklim pertumbuhan koperasi tercipta dengan baik.

      “Kemakmuran Masyarakat Berdasarkan Koperasi” karangan E.D. Damanik

      Membagi koperasi menjadi 4 aliran atau schools of cooperatives berdasarkan peranan dan fungsinya dalam konstelasi perekonomian negara, yakni :

      a. Cooperative Commonwealth School
      Aliran ini merupakan cerminan sikap yang menginginkan dan memperjuangkan agar prinsip-prinsip koperasi diberlakukan pada bagian luas kegiatan manusia dan lembaga, sehingga koperasi memberi pengaruh dan kekuatan yang dominan di tengah masyarakat.

      b. School of Modified Capitalism (Schooll Yardstick)
      Suatu paham yang menganggap koperasi sebagai suatu bentuk kapitalisme, namun memiliki suatu perangkat peraturan yang menuju pada pengurangan dampak negatif dari kapitalis

      c. The Socialist School
      Suatu paham yang menganggap koperasi sebagai bagian dari sistem sosialis


      d. Cooperative Sector School
      Paham yang menganggap filsafat koperasi sebagai sesuatu yang berbeda dari kapitalisme maupun sosialisme, dan karenanya berada di antara kapitalis dan sosialis


      SEJARAH LAHIRNYA KOPERASI

      • 1844 di Rochdale Inggris, lahirnya koperasi modern yang berkembang dewasa ini. Th 1852 jumlah koperasi di Inggris sudah mencapai 100 unit

      • 1862 dibentuklah Pusat Koperasi Pembelian “The Cooperative Whole Sale Society (CWS)

      • 1818 – 1888 koperasi berkembang di Jerman dipelopori oleh Ferdinan Lasalle, Fredrich W. Raiffesen

      • 1808 – 1883 koperasi berkembang di Denmark dipelopori oleh Herman Schulze

      • 1896 di London terbentuklah ICA (International Cooperative Alliance) maka koperasi telah menjadi suatu gerakan internasional


      Sejarah Perkembangan Koperasi di Indonesia

      • 1895 di Leuwiliang didirikan pertama kali koperasi di Indonesia (Sukoco, “Seratus Tahun Koperasi di Indonesia”). Raden Ngabei Ariawiriaatmadja, Patih Purwokerto dkk mendirikan Bank Simpan Pinjam untuk menolong teman sejawatnya para pegawai negeri pribumi melepaskan diri dari cengkeraman pelepas uang.

      Bank Simpan Pinjam tersebut, semacam Bank Tabungan jika dipakai istilah UU No. 14 tahun 1967 tentang Pokok-pokok Perbankan, diberi nama “De Poerwokertosche Hulp-en Spaarbank der Inlandsche Hoofden” = Bank Simpan Pinjam para ‘priyayi’ Purwokerto.

      Atau dalam bahasa Inggris “the Purwokerto Mutual Loan and Saving Bank for Native Civil Servants”

      • 1920 diadakan Cooperative Commissie yang diketuai oleh Dr. JH. Boeke sebagai Adviseur voor Volks-credietwezen. Komisi ini diberi tugas untuk menyelidiki apakah koperasi bermanfaat di Indonesia.

      • 12 Juli 1947, diselenggarakan kongres gerakan koperasi se Jawa yang pertama di Tasikmalaya

      • 1960 Pemerintah mengeluarkan Peraturan Pemerintah No. 140 tentang Penyaluran Bahan Pokok dan menugaskan koperasi sebagai pelaksananya.

      • 1961, diselenggarakan Musyawarah Nasional Koperasi I (Munaskop I) di Surabaya untuk melaksanakan prinsip Demokrasi Terpimpin dan Ekonomi Terpimpin

      • 1965, Pemerintah mengeluarkan Undang-Undang No. 14 th 1965, dimana prinsip NASAKOM (Nasionalis, Sosialis dan Komunis) diterapkan di Koperasi. Tahun ini juga dilaksanakan Munaskop II di Jakarta

      • 1967 Pemerintah mengeluarkan Undang-Undang No. 12 tahun 1967 tentang Pokok Pokok Perkoperasian disempurnakan dan diganti dengan UU no. 25 tahun 1992 tentang Perkoperasian

      • Peraturan Pemerintah No.9 tahun 1995 tentang kegiatan Usaha Simpan Pinjam dan Koperasi


      PENGERTIAN DAN PRINSIP-PRINSIP KOPERASI

      Koperasi berasal dari kata co-operation yang menurut Enriques mempunyai pengertian tolong menolong satu sama lain atau saling bergandeng tangan. Arti kerja sama berbeda menurut cabang ilmu antara lain: ilmu ekonomi terapan, ilmu social, aspek hukun dan pandangan anthropologi.

      Fungsi koperasi dalam kehidupan ekonomi dan social adalah :
      1. Fungsi sosial yaitu mengatur cara-cara manuia hidup
      2. Fungsi eonomi yaitu mengatur manuasi demi kelangsungan hidupnya
      3. Fubgsi etika yaitu cara perilaku dan meyakini keprcayaan mereka.

      Bentuk kerjasama di Indonesia sujak sejak lama ada, menurut Notoatmojo gotongroyong asli dimululai sejak tahun 2000 S.M. koperasi, gotong royong dan tolong menolong sama-sama mengandung unsur kerjasama, tetapi mempunyai unsure dasar yang berbeda. Gotong royong dan tolong menolong mengandung unsure “keterpaksaan” yang bermakna disiplin dan solidaritas. Sanksi sosial akan ada jika ada anggota masyarakat yang tidak pernah ikut dalam gotong royong. Demikian juga dengan tolong menolong, dimana sifat ketidakrelaan ini lebih kuat lagi karena tanpa menolong orang lain, seseorang akan rugi sendiri apabila tak ada yang bersedia menolongnya di saat ia memerlukannya.


      Pengertian Koperasi

      Pengertian koperasi dapat dilakukan dari pendekatan asal yaitu kata koperasi berasal dari bahasa latin “coopere” yang dalam bahasa inggris disebut cooperation. Co berarti bersama dan operation berarti bekerja, jadi berarti bekerja bersama-sama.

      Definisi ILO (International Labour Organization)
      Dalam definisi ILO terdapat 6 elemen :
      1. Perkumpulan orang-orang ( association of persos).
      2. Penggabungan berdasarkan kesukarelaan (voluntarily joined together).
      3. Pencapaian tujuan ekonomi (to achieve a common economic end).
      4. Koperasi adalah organisasi bisni yang dikontrol secara demokratis (formation of a democratically controlled business organization).
      5. Kontribusi yang adil terhadap modal yang dibutuhkan (making equitable contribution to the capital required).
      6. Menerima resiko dan manfaaat yang seimbang (accepting a fare shale of the risk and benefits of the undertake).

      Definisi Chaciago
      Koperasi sebagai suatu perkumpulan yang beranggotakan orang-orang atau badan hukum, yang memberikan kebebasan kepada anggota untuk masuk dan keluar, dengan bekerja secara kekeluargaan menjalankan usaha untuk mencapai kesejahteraan anggotanya.


      Definisi Dooren
      Dooren menyatakan tidak ada satu pun definisi koperasi yang diterima dan sekaligus menambahkan definisi yaitu koperasi bias juga kumpulan badan-badan hukum.
      Definisi Hatta


      Moh. Hatta mengatakan
      “Koperasi adalah usaha bersama untuk memperbaiki nasib penghidupan ekonomi berdasarkan tolong menolong. Semangat tolong-menolong tersebut didorong oleh keinginan member jasa kepada kawan berdasarkan ‘semua buat seorang seorang buat semua’.”

      Definisi Munker
      Koperasi adalah organisasi yang menjalankan “urusniaga” secara kumpulan, yang berazaskan konsep tolong-menolong.

      Definisi UU No. 25/1992
      Koperasi adalah badan usaha yang berangotakan orang seorang atau badan hukum koperasi, dengan melandaskan kegiatannya berdasarkan prinsip koperasi sekaligus sebagai gerakan ekonomi rakyat, yang berdasar atas asas kekeluargaan.


      Tujuan Koperasi

      Dalam UU No.25/1992 tentang Perkoperasian pasal 3 disebutkan bahwa, koperasi bertujuan memajukan kesejahteraan anggotanya pada khususnya dan pada masyarakat pada umumnya, serta ikut membangun tatanan perekonomian nasional, dalam rangka mewujudkan masyarakat yang maju, adil dan makmur berdasarkan Pancasila dan UUD 1945. Fungsi koperasi berdasarkan UU No.25/1992 :

      1. Membangun dan mengmbangkan potensi dan kemampuan ekonomi anggotanya pada khususnya dan pada msyarakat pada umumnya untuk meningkatkan kesejahteraan ekonomi dan sosialnya.

      2. Berperan aktif dalam upaya mempertinggi kualitas dalam upaya mempertinggi kualitas kehidupan manusia dan masyarakat.

      3. Memperkokoh perekonomian rakyat sebagai dasar kekuatan dan ketahanan perekonomian nasional dengan koperasi sebagai sokogurunya.

      4. Bersusaha untuk mewujudkan dan mengembangkan perekonomian nasinaol yang merupakan usaha bersama yang berdasar asas kekeluargaan dan demokrasi ekonomi.


      Prinsip-Prinsip Koperasi

      1. Prinsip Munker
      prinsip-prinsip koperasi adalah prinsip-prinsip ilmu pengetahuan sosial yang dirumuskan dari pengalaman dan merupakan petunjuk utama dalam mengerjakan sesuatu.


      2. Prinsip Rochdale  
      a. Pengawasan secara demokratis
      b. Keanggotaan yang terbuka
      c. Bunga atas modal dibatasi
      d. Pembagian SHU kepada anggota sebanding dengan jasa masing-masing anggota.
      e. Penjualan sepenuhnya dengan tunai.
      f. Barang-barang yang dijual harus asli dan tidak dipalsukan
      g. Menyelenggarakan pendidikan kepada anggota dengan prinsip-prinsip koperasi
      h. Netral dengan politik dan agama.

      3. Prinsip Raiffeisen
      a. Swadayab. Daerah kerja terbatas
      c. SHU untuk cadangan
      d. Tanggung jawab anggota tidak terbatas
      e. Pengurus bekerja atas dasar kesukarelaan
      f. Usaha hanya kepada anggota
      g. Keanggotanya atas dasar watak, bukan uang.

      4. Prinsip Schuzle
      swadaya, daerah kerja tak terbatas, SHU untuk cadangan dan untuk dibagikan kepada anggota, tanggung jawab anggota terbatas, pengurus bekerja dengan mendapatkan imbalan, usaha tidak terbatas tidak hanya untuk anggota saja.

      5. Prinsip ICA (International Cooperative Alliance)
      Sidang ICA di Wina tahun 1996 menghasilkan prinsip-prinsip koperasi :
      a. Keanggotaan koperasi secara terbuka tanpa adanya pembatasan yang dibuat-buat.
      b. Kepemimpinan yang demokrasi atas dasar satu orang satu suara.
      c. Modal menerima bunga yang terbatas, itupun bila ada.
      d. SHU adalah untuk cadangan, masyarakat, dan sebagain dikembalikan kepada anggota sesuai dengan jasa masing-masing.
      f. Semua koperasi harus menjalankan pendidikan secara terus-menerus.
      g. Gerakan koperasi harus melaksanakan kerja sama yang erat, baik di tingkat regional, nasional, mapun internasional.

      6. Prinsip Koperasi Indonesia sesuai UU No.25/1992 
      Prinsip-prinsip koperasi Indonesia menurut UU No.25 tahun 1992 yang berlaku di Indonesia saat ini adalah sebagai berikut :
      1. Keanggotaan bersifat sukarela dan terbuka
      2. Pengelolaan dilakukan secara demokrasi
      3. Pembagian SHU dilakukan secara adil sesuai dengan besarnya jasa usaha masing-masing anggota.
      4. Pemberian batas jasa yang terbatas terhadap modal
      5. Kemandirian
      6. Pendidikan perkoperasian
      7. Kerja sama antar koperasi

      Sumber:
      http://community.gunadarma.ac.id/blog/view/id_4005/title_sejarah-dan-konsep-koperasi/
      http://duniabaca.com/pengertian-dan-prinsip-koperasi.html
      http://wahyukristianingrumdechriz.blogspot.com/2009/10/konsepaliran-dan-sejarah-koperasi.html
      http://emperordeva.wordpress.com/about/makalah-pengertian-koperasi/
      http://ceyawidjaya.wordpress.com/2010/12/26/tujuan-koperasi/
      http://yuninugraha.blogdetik.com/2010/12/10/konsep%20koperasi/
      http://tugaaaass.blogspot.com/2011/10/konsep-koperasi-latar-belakang.html