Pages


Selasa, 29 Mei 2012

TUGAS

II. Wawasan Nusantara adalah cara pandang dan sikap bangsa Indonesia mengenai diri dan lingkungannya yang serba beragam dan bernilai strategis dengan mengutamakan persatuan dan kesatuan wilayah dan tetap menghargai serta menghormati kebhinnekaan dalam setiap aspek kehidupan nasional untuk mencapai tujuan nasional.

Teori-teori Kekuasaan
Wawasan nasional suatu bangsa dibentuk dan dijiwai oleh paham kekuasaan dan geopolitik yang dianutnya.
Beberapa teori paham kekuasaan dan teori geopolitik antara lain sebagai berikut:

1. Paham-paham kekuasaan 
     a. Machiavelli (abad XVII)
       Sebuah negara itu akan bertahan apabila menerapkan dalil-dalil
  • Dalam merebut dan mempertahankan kekuasaan segala cara dihalalkan.
  • Untuk menjaga kekuasaan rezim, politik adu domba (devide et empera) adalah sah.
  • Dalam dunia politik,yang kuat pasti dapat bertahan dan menang.
    b. Napoleon Bonaparte (abad XVIII)
        Perang dimasa depan merupakan perang total, yaitu perang yang mengerahkan segala daya upaya
        dan kekuatan nasional. Napoleon berpendapat kekuatan politik harus didampingi dengan kekuatan
         logistik dan ekonomi, yang didukung oleh sosial budaya berupa ilmu pengetahuan dan teknologi suatu
         bangsa untuk membentuk kekuatan pertahanan keamanan dalam menduduki dan menjajah negara lain.

    c. Jendral Clausewitz (abad XVIII)
        Jendral Clausewitz sempat diusir pasukan Napoleon hingga sampai Rusia dan akhirnya dia bergabung
        dengan tentara kekaisaran Rusia. Dia menulis sebuah buku tentang perang yang berjudul “Vom
        Kriegen” (tentang perang). Menurut dia perang adalah kelanjutan politik dengan cara lain. Buat dia
        perang sah-sah saja untuk mencapai tujuan nasional suatu bangsa.

    d. Fuerback dan Hegel (abad XVII)
        Ukuran keberhasilan ekonomi suatu negara adalah seberapa besar surplus ekonominya, terutama
        diukur dengan seberapa banyak emas yang dimiliki oleh negara itu.

    e. Lenin (abad XIX)
        Perang adalah kelanjutan politik dengan cara kekerasan. Perang bahkan pertumpahan darah atau 
        revolusi di negara lain di seluruh dunia adalah sah, yaitu dalam rangka mengkomuniskan bangsa di 
        dunia.

    f. Lucian W. Pye dan Sidney
       Kemantapan suatu sistem politik hanya dapat dicapai apabila berakar pada kebudayaan politik
       bangsa ybs. Kebudayaan politik akan menjadi pandangan baku dalam melihat kesejarahan sebagai
       satu kesatuan budaya.
       Dalam memproyeksikan eksistensi kebudayaan politik tidak semata-mata ditentukan oleh kondisi-
       kondisi obyektif tetapi juga harus menghayati kondisi subyektif psikologis sehingga dapat menempat
       kan kesadaran dalam kepribadian bangsa.

2. Teori–teori  Geopolitik
Geopolitik adalah ilmu yang mempelajari gejala-gejala politik dari aspek geografi. Teori ini banyak dikemukakan oleh para sarjana seperti:

a). Federich Ratzel
  • Pertumbuhan negara dapat dianalogikan (disamakan/mirip) dengan pertumbuhan organisme (mahluk hidup) yang memerlukan ruang hidup, melalui proses lahir, tumbuh, berkembang, mempertahankan hidup tetapi dapat juga menyusut dan mati.
  • Negara identik dengan suatu ruang yang ditempati oleh kelompok politik dalam arti kekuatan. Makin luas potensi ruang makin memungkinkan kelompok politik itu tumbuh (teori ruang).
  • Suatu bangsa dalam mempertahankan kelangsungan hidupnya tidak terlepas dari hukum alam.
  • Semakin tinggi budaya bangsa semakin besar kebutuhan atau dukungan sumber daya alam.
Apabila ruang hidup negara (wilayah) sudah tidak mencukupi, maka dapat diperluas dengan mengubah batas negara baik secara damai maupun dengan kekerasan/perang. Ajaran Ratzel menimbulkan dua aliran :
* menitik beratkan kekuatan darat
* menitik beratkan kekuatan laut

b). Rudolf Kjellen
  • Negara sebagai satuan biologi, suatu organisme hidup. Untuk mencapai tujuan negara, hanya dimungkinkan dengan jalan memperoleh ruang (wilayah) yang cukup luas agar memungkinkan pengembangan secara bebas kemampuan dan kekuatan rakyatnya.
  • Negara merupakan suatu sistem politik atau pemerintahan yang meliputi bidang-bidang: geopolitik,ekonomipolitik, demopolitik, sosialpolitik dan kratopolitik.
  • Negara tidak harus bergantung pada sumber pembekalan luar, tetapi harus mampu swasembada serta memanfaatkan kemajuan kebudayaan dan teknologi untuk meningkatkan kekuatan nasional.
c). Karl Haushofer
     Pandangan Karl Haushofer ini berkembang di Jerman di bawah kekuasan Aldof Hitler, juga
    dikembangkan ke Jepang dalam ajaran Hako Ichiu yang dilandasi oleh semangat militerisme dan fasisme.

d). Sir Halford Mackinder (konsep wawasan benua)
     Teori ahli Geopolitik ini menganut “konsep kekuatan”. Ia mencetuskan wawasan benua yaitu
     konsep kekuatan di darat. Ajarannya menyatakan ; barang siapa dapat mengusai “daerah jantung”,
    yaitu Eropa dan Asia, akan dapat menguasai “pulau dunia” yaitu Eropa, Asia, Afrika dan akhirnya
    dapat mengusai dunia.

e). Sir Walter Raleigh dan Alferd Thyer Mahan (konsep wawasan bahari)
     Barang siapa menguasai lautan akan menguasai “perdagangan”. Menguasai perdagangan berarti 
     menguasai “kekayaan dunia” sehinga pada akhirnya menguasai dunia

f). W.Mitchel, A.Seversky, Giulio Douhet, J.F.C.Fuller (konsep wawasan dirgantara)
     Kekuatan di udara justru yang paling menentukan. Kekuatan di udara mempunyai daya tangkis
     terhadap ancaman dan dapat melumpuhkan kekuatan lawan dengan penghancuran dikandang lawan
     itu sendiri agar tidak mampu lagi bergerak menyerang.

g). Nicholas J. Spykman
     Teori daerah batas (rimland) yaitu teori wawasan kombinasi, yang menggabungkan kekuatan darat,
     laut, udara dan dalam pelaksanaannya disesuaikan dengan keperluan dan kondisi suatu negara.


3. Wawasan Nasional Indonesia
  
Bangsa Indonesia yang berfalsafah dan berideologi Pancasila menganut paham tentang perang dan damai berdasarkan : “Bangsa Indonesia cinta damai, akan tetapi lebih cinta kemerdekaan”. Dengan demikian wawasan nasional bangsa Indonesia tidak mengembangkan ajaran kekuasaan dan adu kekuatan karena hal tersebut mengandung persengketaan dan ekspansionisme.
Bangsa Indonesia yang berfalsafah & berideologi Pancasila menganut paham : tentang perang dan damai berupa, Bangsa Indonesia cinta damai, akan tetapi lebih cinta kemerdekaan.

Senin, 28 Mei 2012

TUGAS

I. Pengertian Negara Dan Warga Negara

Negara adalah suatu wilayah di permukaan bumi yang kekuasaannya baik politik, militer, ekonomi, sosial maupun kebudayaannya diatur oleh pemerintahan yang berada di wilayah tersebut. Negara juga merupakan suatu wilayah yang memiliki suatu sistem atau aturan yang berlaku bagi semua individu di wilayah tersebut, dan berdiri secara independent.

a). Teori Pembentukan Negara
  • Teori hukum alam: Pemikiran pada masa plato dan aristoteles kondisi alam tumbuhnya manusia berkembangnya negara.
  • Teori ketuhanan: (islam + Kristen) segala sesuatu adalah ciptaan Tuhan.
  • Teori perjanjian: Manusia menghadapi kondisi alam dan timbullah kekerasan. Manusia akan musnah bila ia tidak mengubah cara-caranya. Manusia pun bersatu utk mengatasi tantangan dan menggunakan persatuan dalam gerak tunggal untuk kebutuhan bersama.
b). Unsur Negara
  • Bersifat konstitutif, berarti bahwa dalam negara tersebut terdapat wilayah yg meliputi udara, darat, dan perairan (dalam hal ini unsur perairan tidak mutlak), rakyat atau masyarakat dan pemerintahan yang berdaulat.
  • Bersifat deklaratif, sifat ini ditunjukan oleh adanya tujuan negara, UUD, pengakuan dari negara lain baik secara de jure maupun de facto dan masuknya negara dalam perhimpunan bangsa-bangsa misalnya PBB.
c). Sifat-sifat Negara
  • Sifat memaksa: Tiap-tiap negara dapat memaksakan kehendaknya, baik melalui jalur hukum maupun melalui jalur kekuasaan.
  • Sifat monopoli: Setiap negara menguasai hal-hal tertentu demi tujuan negara tersebut tanpa ada saingan.
  • Sifat totalitas: Segala hal tanpa terkecuali menjadi kewenangan negara. Contoh : semua orang harus membayar pajak, semua orang sama di hadapan hukum dan lainnya.
d). Bentuk Negara
  •  Bentuk Negara Kesatuan, memiliki ciri-ciri:
    • Terdapat pemerintah pusat yang memiliki kedaulatan baik kedalam maupun keluar
    • Terdapat satu UUD yang berlaku untuk seluruh wilayah negara
    • Terdapat satu kepala negara atau pemerintah
    • Terdapat satu badan perwakilan rakyat
  • Bentuk Negara Serikat merupakan negara yang terdiri dari beberapa negara bagian dengan satu pemerintah pusat yang memiliki kedaulatan. Namun tiap negara bagian punya kedaulatan ke dalam untuk mengatur wilayahnya masingmasing. Tiap negara bagian punya UUD sendiri, kepala negara, dan badan perwakilan. Kekuasaan pemerintah pusat menyangkut urusan luar negeri, pertahanan dan keamanan, keuangan, dan peradilan. 
Warga Negara adalah warga suatu negara yang ditetapkan berdasarkan peraturan perundang- undangan. Sedangkan Kewarganegaraan adalah segala hal ihwal yang berhubungan dengan warga negara. Dan Pewarganegaraan adalah tata cara bagi orang asing untuk memperoleh Kewarganegaraan Republik Indonesia melalui permohonan.

Istilah kewarganegaraan
Dibedakan menjadi 2, yaitu:
- kewarganegaraan dalam arti yuridis dan sosiologis
- kewarganegaraan dalam arti formil dan materil

Yang menjadi warga Negara Indonesia ialah orang-orang bangsa Indonesia asli dan orang-orang bangsa lain yang disahkan dengan undang-undang sebagai warga negara. Penduduk ialah warga negara Indonesia dan orang asing yang bertempat tinggal di Indonesia. Hal-hal mengenai warga negara dan penduduk diatur dengan undang- undang (pasal 26 UUD 1945).

Undang-undang yang mengatur tentang warga negara adalah UU No 12 th 2006 tentang Kewarganegaraan Indonesia. Asas –asas yang dipakai dalam UU ini adalah; asas isu sanguinis, asas ius soli terbatas, asas kewarganegaraan tunggal dan asas kewarganegaraan ganda terbatas. 


Selasa, 27 Maret 2012

ANALISA JABATAN

Analisa jabatan / job analysis adalah suatu kegiatan untuk memberikan analisa pada setiap jabatan sehingga dengan demikian akan memberikan pula gambaran tentang sayarat-syarat yang diperlukan bagi setiap karyawan untuk jabatan tertentu. Hal ini berarti akan merupakan landasan atau pedoman untuk penerimaan dan penempatan karyawan, disamping sebagai landasan atau pedoman kegiatan lainnya dalam bidang manajemen personalia.

Sebenarnya pertanayaan diatas dapat dilanjutkan yaitu mengapa analisa jabatan tersebut dapat memberikan gambaran sayarat-syarat yang diperlukan bagi jabatan tertentu? Sebenarnya analisan jabatan adalah juga merupakan informasi tentang jabatan itu sendiri dan syarat-syarat yang diperlukan untuk dapat memangku jabatan tersebut dengan baik. Tentang jabatan itu sendiri ditunjukan dalam gambaran jabatan atau deskripsi jabatan sedangkan tentang syarat-syarat yang diperlukanh informasi jabatan ditujunjukan dalam syarat-syarat jabatan. Dengan demikian berarti pengertian analisa jabatan yang pokok terdiri dari 2 hal yaitu:
  1. Deskripsi jabatan /job description adalah penjelasan tentang suatu jabatan, tugas-tugasnya, tanggung jawabnya, wewenangnya dan sebagainya.  
  2. Syarat-syarat jabatan/job specification 
Syarat-syarat jabatan dibuat berdasarkan skripsi jabatan jadi syarat jabatan adalah merupakan suatu informasi tentang syarat-syarat yang diperlukan. Untuk membuat deskripsi jabatan agar tidak menimbulkan kesimpangsiuran serta dobel pekerjaan, maka dalam membuat deskripsi jabatan tidak boleh dilepaskan dengan deskripsi jabatan keseluruhan jabatan.



Analisa jabatan sebenarnya dapat dipakai juga sebagai landasan atau pedoman untuk penerimaan dan penempatan karyawan serta penentuan jumlah kebutuhan karyawan. Selain sebagai landasan hal-hal tersebut diatas, maka analisa jabatan dapat juga dipakai sebagai landasan kegiatan-kegiatan lain dalam bidang personalia, yang diantaranya: 
  • Sebagai landasan untuk melaksanakan mutasi
  • Sebagai landasan untuk melaksanakan promosi
  • Sebagai landasan untuk melaksanakan latihan/training
  • Sebagai landasan untuk melaksanakan kompensasi
  • Sebagai landasan untuk melaksanakan syarat-syarat lingkungan kerja
  • Sebagai landasan untuk melaksanakan pemenuhan kebutuhan peralatan

Sumber Daya Alam dan Pembagian Macam atau Jenisnya

Sumber daya alam adalah sesuatu yang dapat dimanfaatkan untuk berbagai kepentingan dan kebutuhan hidup manusia agar hidup lebih sejahtera yang ada di sekitar alam lingkungan hidup kita. Sumber daya alam bisa terdapat di mana saja seperti di dalam tanah, air, permukaan tanah, udara, dan lain sebagainya. Contoh dasar sumber daya alam seperti barang tambang, sinar matahari, tumbuhan, hewan dan banyak lagi lainnya.

Sumber daya alam berdasarkan jenisnya:

  • Sumber daya alam hayati / biotik adalah sumber daya alam yang berasal dari makhluk hidup. contoh : tumbuhan, hewan, mikro organisme, dan lain-lain
  • Sumber daya alam non hayati / abiotik adalah sumber daya alam yang berasal dari benda mati. contoh : bahan tambang, air, udara, batuan, dan lain-lain
Sumber daya alam berdasarkan sifat pembaharuan:
  • Sumber daya alam yang dapat diperbaharui / renewable yaitu sumber daya alam yang dapat digunakan berulang-ulang kali dan dapat dilestarikan. contoh : air, tumbuh-tumbuhan, hewan, hasil hutan, dan lain-lain
  • Sumber daya alam yang tidak dapat diperbaharui / non renewable ialah sumber daya alam yang tidak dapat di daur ulang atau bersifat hanya dapat digunakan sekali saja atau tidak dapat dilestarikan serta dapat punah. contoh : minyak bumi, batubara, timah, gas alam.
  • Sumber daya alam yang tidak terbatas jumlahnya / unlimited contoh : sinar matahari, arus air laut, udara, dan lain lain.
Sumber daya alam berdasarkan kegunaan atau penggunaannya:
  • Sumber daya alam penghasil bahan baku adalah sumber daya alam yang dapat digunakan untuk menghasilkan benda atau barang lain sehingga nilai gunanya akan menjadi lebih tinggi. contoh : hasil hutan, barang tambang, hasil pertanian, dan lain-lain.
  • Sumber daya alam penghasil energi adalah sumber daya alam yang dapat menghasilkan atau memproduksi energi demi kepentingan umat manusia di muka bumi.misalnya : ombak, panas bumi, arus air sungai, sinar matahari, minyak bumi, gas bumi, dan lain sebagainya.

Gejala Sosial Yang Terjadi Dalam Masyarakat

Gejala yang saya amati adalah tentang masalah kemiskinan yang terjadi di lingkungan kita sehari-hari. Pengemis atau para peminta-minta adalah salah satu contohnya yang muncul dimasyarakat. Dari orangtua, anak-anak bajkan anak bayi pun ikut bersama orangtuannya. Sosiologi menelah kehidupan masyarakat dan unsur-unsur interaksinya terutama menelaah berbagai gejala yang wajar dalam masyarakat seperti norma, kelompok sosial, lapisan masyarakat, proses sosial, dan perubahan sosial.

Masalah sosial ini muncul dari ketidak adanya ekonomi yang dimiliki, sehingga mereka melakukan pekerjaan ini untuk mencukupi kebutuhan hidup sehari-hari. Tetapi para peminta-minta ini juga menimbulkan banyak dampak yang merugikan bagi bangsa. Sebaiknya upaya yang dilakukan untuk mengurangi kemiskinan adalah dengan membuka lapangan pekerjaan yang luas, pemerataan pembangunan didaerah dan memberikan pelayanan pendidikan yang terjamin bagi seluruh masyarakat. Sehingga kemiskinan terhapus dan pengemis sudah tidak berkeliaran dipinggiran kota.

Globalisasi dan Dampak Terhadap Perubahan Masyarakat Indonesia

Kata globalisasi berasal dari kata "global" yang maknanya universal. Dalam kamus Bahasa Indonesia yang berarti secara keseluruhan. Globalisasi adalah suatu proses tatanan masyarakat yang mendunia dan tidak mengenal batas wilayah. Globalisasi pada hakikatnya adalah suatu proses dari pikiran yang dimunculkan, kemudian ditawarkan untuk diikuti oleh bangsa lain yang akhirnya sampai pada suatu titik kesepakatan bersama dan menjadi patokan bagi bangsa-bangsa di seluruh dunia.

Dampak Positif Globalisasi:
  • Mudah memperoleh informasi dan ilmu pengetahuan
  • Mudah melakukan komunikasi
  • Cepat dalam bepergian (mobilitas tinggi)
  • Menumbuhkan sikap kosmopolitan dan toleran
  • Memacu untuk meningkatkan kualitas diri
  • Mudah memenuhi kebutuhan
Dampak Negatif Globalisasi: 
  • Adanya kesenjamgan sosial
  • Munculnya sifat individualisme
  • Masyarakat lupa akan identitas/ jati dirinya 
  • Prilaku konsumtif 
  • Mudah terpengaruh oleh hal yang berbau barat
Dilihat dari aspek globalisasi politik: pemerintahan dijalankan secara terbuka dan demokratis, karena pemerintahan adalah bagian dari suatu negara. Jika pemerintahan dijalankan secara jujur, bersih dan dinamis tentunya akan mendapat tanggapan positif dari rakyat. Tanggapan positif tersebut berupa jati diri terhadap negara menjadi meningkat dan kepercayaan masyarakat akan mendukung yang dilakukan oleh pemerintahan. 

Dari aspek globalisasi ekonomi: terbukanya pasar internasional, meningkatkan kesempatan kerja yang banyak dan meningkatkan devisa suatu negara. Dengan adanya hal tersebut akan meningkatkan kehidupan ekonomi bangsa yang dapat menunjang kehidupan nasional dan akan mengurangi kehidupan miskin. 

Dari aspek globalisasi sosial budaya: kita dapat meniru pola berpikir yang baik seperti etos kerja yang tinggi dan disiplin serta Iptek dari negara lain yang sudah maju untuk meningkatkan kedisplinan bangsa yang pada akhirnya memajukan bangsa serta akan mempertebal jati diri kita terhadap bangsa. Serta kita juga dapat bertukar ilmu pengetahuan tentang budaya suatu bangsa.


      Senin, 12 Desember 2011

      Tugas Ekonomi Koperasi 3

      1. EVALUASI KEBERHASILAN KOPERASI DI LIHAT DARI SISI ANGGOTA

      a). Efek-efek Ekonomis Koperasi

                Salah satu hubungan penting yang harus dilakukan koperasi adalah dengan para
          anggotanya, yang kedudukannya sebagi pemilik sekaligus pengguna jasa koperasi.
               Motivasi ekonomi anggota sebagi pemilik akan mempersoalkan dana (simpanan-
          simpanan) yang telah di serahkannya, apakah menguntungkan atau tidak. Sedangkan
          anggota sebagai pengguna akan mempersoalkan kontinuitas pengadaan kebutuhan
          barang-jasa, menguntungkan tidaknya pelayanan koperasi dibandingkan penjual atau
          pembeli di luar koperasi.
               Pada dasarnya setiap anggota akan berpartisipasi dalam kegiatan pelayanan
          perusahaan koperasi :
              1. Jika kegiatan tersebut sesuai dengan kebutuhannya
               2. Jika pelayanan itu di tawarkan dengan harga, mutu atau syarat-syarat yang lebih
                  menguntungkan di banding yang di perolehnya dari pihak-pihak lain diluar
                  koperasi.


      b). Efek Harga dan Efek Biaya 

                Partisipasi anggota menentukan keberhasilan koperasi. Sedangkan tingkat
           partisipasi anggota dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu besarnya nilai manfaat
           pelayanan koperasi secara utilitarian maupun normatif. Motivasi utilitaria sejalan
           dengan kemanfaatan ekonomis.
                Kemanfaatan ekonomis yang dimaksud adalah insentif berupa pelayanan
           barang- jasa oleh perusahaan koperasi yang efisien, atau adanya pengurangan biaya
           dan atau diperolehnya harga yang menguntungkan serta penerimaan bagian dari
           keuntungan (SHU) baik secara tunai maupun dalam bentuk barang.
                Bila dilihat dari peranan anggota dalam koperasi yang begitu dominan, maka
           setiap harga yang ditetapkan koperasi harus dibedakan antara harga untuk anggota
           dengan harga untuk non anggota. Perbedaan ini mengharuskan daya analisis yang
           lebih tajam dalam melihat peranan koperasi dalam pasar yang bersaing.


      c). Analisis Hubungan Efek Ekonomis dengan Keberhasilan Ekonomi 

                Dalam badan usaha koperasi, laba (profit) bukanlah satu-satunya yang
           dikejar oleh manajemen, melainkan juga aspek pelayanan (benefit oriented).
           Di tinjau dari konsep koperasi, fungsi laba bagi koperasi tergantung pada besar
           kecilnya partisipasi ataupun transaksi anggota dengan koperasinya.
           Semakin tinggi partisipasi anggota, maka idealnya semakin tinggi manfaat
           yang di terima oleh anggota. 
                Keberhasilan koperasi di tentukan oleh salah satu faktornya adalah partisipasi
           anggota dan partispasi anggota sangat berhubungan erat dengan efek ekonomis
           koperasi yaitu manfaat yang di dapat oleh anggota tsb.

      d). Penyajian dan  Analisis Neraca Pelayanan 

                Di sebabkan oleh perubahan kebutuhan dari para anggota dan perubahan
           lingkungan koperasi, terutama tantangantantangan kompetitif, pelayanan koperasi
           terhadap anggota harus secara kontinu di sesuaikan. Ada dua faktor utama yang
           mengharuskan koperasi meningkatkan pelayanan kepada anggotanya:
                 1. Adanya tekanan persaingan dari organisasi lain (terutama organisasi non
                     koperasi).
                 2. Perubahan kebutuhan manusia sebagai akibat perubahan waktu dan peradaban.
                     Perubahan kebutuhan ini akan menentukan pola kebutuhan anggota dalam
                     mengkonsumsi produk-produk yang di tawarkan oleh koperasi. 

               Bila koperasi mampu memberikan pelayanan yang sesuai dengan kebutuhan
           anggota yang lebih besar dari pada pesaingnya, maka tingkat partisipasi anggota
           terhadap koperasinya akan meningkat. Untuk meningkatkan pelayanan, koperasi
           memerlukan informasi-informasi yang dating terutama dari anggota koperasi.


      2. EVALUASI KEBERHASILAN KOPERASI DI LIHAT DARI SISI PERUSAHAAN

      a). Efisien Perusahaan Koperasi 

                Tidak dapat di pungkiri bahwa Koperasi adalah badan usaha yang kelahirannya
           dilandasi oleh pikiran sebagai usaha kumpulan orang orang bukan kumpulan modal.
           Oleh karena itu kopersi tidak boleh terlepas dari ukuran efisiensi bagi usahanya
           meskipun tujuan utamanya melayani anggota.

             Tingkat efisien biaya pelayanan badan usaha ke anggota

         (TEBP) = Realisasi Biaya Pelayanan

                    Anggaran Biaya Pelayanan

        Jika TEBP < 1 berarti efisiensi biaya pelayanan badan usaha ke anggota

      b). Efektivitas Koperasi 

                Efektivitas adalah pencapaian target output yang di ukur dengan cara mem-
           bandingkan output anggaran atau seharusnya (Oa), dengan output realisasi atau
           seharusnya (Os), jika Os > Oa disebut efektif.


            Rumus perhitungan Efektivitas Koperasi (EvK) adalah sebagai berikut :

              EvkK = Realisasi SHUk + Realiasasi MEL

                            Anggaran SHUk + Anggaran MEL

              Jika EvK > 1 , berarti Efektif

      c). Produktivitas Koperasi 

                Produktivitas adalah pencapaian target output (O) atas input yang digunakan
           (I), jika O > 1 maka di sebut produktif.
               
             Rumus perhitungan Produktivitas Perusahaan Koperasi adalah :


                PPK (1) =       SHUK       x 100 %

                               Modal Koperasi


              Setiap Rp. 1,00 modal koperasi mengahsilkan SHU sebesar Rp. …


      PPK (2) = Laba bersih dari usaha dengan non anggota x 100%

                                            Modal Koperasi


               
             Setiap Rp. 1,00 modal koperasi menghasilkan laba bersih dari usaha dengan non
             anggota sebesar Rp...…
       
      d). Analisa Laporan Keuangan

                Laporan keuangan koperasi selain merupakan bagian dari system pelaporan
          keuangan koperasi juga merupakan bagian dari laporan pertanggungjawaban
          pengurus tentang tata kehidupan koperasi. Dilihat dari fungsi manajemen laporan
          keuangan sekaligus dapat dijadikan sebagai salah satu alat evaluasi kemajuan koperasi.

               Laporan keuangan koperasi pada dasarnya tidak berbeda dengan laporan
          keuangan yang dibuat oleh badan usaha lain. Secara umum laporan keuangan
          meliputi neraca, perhitungan hasil usaha, laporan arus kas, catatan atas laporan
          keuangan, laporan kekayaan bersih sebagai laporan keuangan tambahan. 

               Adapun perbedaan yang pertama adalah bahwa perhitungan hasil usaha pada
          koperasi harus dapat menunjukan usaha yang berasal dai anggota dan bukan
          anggota. Alokasi pendapatan dan beban kepada anggota dan bukan anggota pada
          perhitungan hasil usah berdasarkan perbandingan manfaat yang diterima oleh
          anggota dan bukan anggota.

               Perbedaan yang kedua adalah bahwa laporan koperasi bukan merupakan laporan
          keuangan konsolidasi menjadi satu badan hokum koperasi, maka dalam penggabung-
          an tersebut perlu memperhatikan nilai aktivanya bersih yang rill dan bilamana perlu
          melakukan penilaian kembali. Dalam hal koperasi mempunyai perusahaan dan unit-
          unit usaha yang berada di bawah satu pengelolaan, maka disusun laporan keuangan
          konsolidasi atau laporan keuangan gabungan.



      Sumber: